Tetap teguh menjaga idealisme, apapun situasinya.


"Jadi mahasiswa itu jangan terlalu idealis. Idealis boleh, tapi tetap realistis. Toh, arti sebuah skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Bukan bagaimana pengaruh judul terhadap kesimpulan, bukan pula metode "wah" apa yang digunakan. Tapi tetap saja antara judul, tujuan, metode, dan hasil penelitian sejalan seirama menghasilkan kesimpulan yang ideal."

Demikian penggalan kalimat pamungkas dari ibu, guru, dosen, sekaligus atasanku pada saat itu. Yaa, pada saat itu aku masih menyandang status mahasiswa semester akhir, tingkat ujung, ujung tanduk, tanduk telur, telur yang ditanduk-tanduk belum juga menetas. Diinterogasi oleh atasan pada saat jam makan siang karena skripsi belum juga kelar.

Entah apakah aku seorang idealis atau malah melankolis?
tapi menurut bahasa sangsekerta dalam buku sabdanya, aku termasuk golongan melankolis yang idealis. Walaupun melankolis tetap ada idealismenya.

hah - setelah melakukan riset kecil-kecilan (baca: googling) didapatlah susunan kata yang memuat arti Idealisme yang merupakan suatu aliran yang mengedepankan akal pikiran manusia, sehingga sesuatu itu bisa terwujud atas dasar pemikiran manusia. dan pemikir yang tidak berbuat apa-apa = kosong.

Baca Juga: Efek Rumah Kaca - Di Udara: Lagu untuk Munir pejuang HAM

Dalam Filsafat, idealisme merupakan doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya bisa dipahami dengan ketergantungan pada jiwa dan spiritual. Istilah ini diambil dari kata “idea” yang berarti jiwa dan spirit. Secara mudah idealisme dapat diartikan sebagai cita-cita yang ingin dicapai oleh seseorang atau kelompok orang. Idealisme bukan sembarang cita-cita, namun cita-cita yang tinggi dan luhur, suatu nilai kebenaran dan harga diri, serta hasrat untuk mencapai hasil yang istimewa.

Arti dari kata idealisme itu sendiri sesungguhnya merupkan suatu standar kesempurnaan, keunggulan, keindahan, dan kebaikan. Dapat pula diartikan sebagai (objek) tujuan sempurna, dengan hasrat untuk mencapai suatu keinginan (cita-cita).

Baca Juga: Tergantung pada diri kita sendiri

Pada dasarnya setiap orang mempunyai idealisme, dan merupakan salah satu hal penting dalam hidup seseorang. Dengan idealisme orang dapat melakukan hal yang luar biasa, bertahan pada suatu prinsip yang diyakini bahkan rela hidup menderita demi mempertahankan pandangan dan kehormatan. Untuk apa mempertahankan idealisme? Jawabnya adalah untuk mendapatkan kepuasan jiwa yang begitu mahal harganya. Kepuasan dan kebahagiaan itu, tentu saja tidak dapat diukur dengan nilai uang atau materi apapun. Sebagai mana Tan Malaka menyebutkan “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”

Apresiasi dan dua jempol kepada mereka yang beraksi dan tetap teguh menjaga idealisme, apapun situasinya.

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Tetap teguh menjaga idealisme, apapun situasinya."

Post a Comment