Posts

Showing posts with the label Risalah Nur

Indahnya Iman sebagai cahaya yang menyinari manusia

Pada sebuah kejadian imajinasi, terdapat dua gunung besar yang saling berhadapan. Di atas keduanya ditancapkan sebuah jembatan gantung besar yang menakjubkan. lalu di bawahnya terdapat sebuah lembah yang dalam. Aku berdiri di atas jembatan tersebut. Sementara seluruh isi dunia diliputi oleh kegelapan yang pekat. Aku melihat ke sisi kanan; ternyata ia berupa pekuburan besar di bawah sayap kegelapan yang tak bertepi. Kemudian aku melihat ke sisi kiri; bahwa kulihat gelombang hitam menerjang kuat serta bencana hebat menerpa seakan-akan ia siap menyerang. Yang kumiliki hanya sebuah lentera dengan cahaya yang sangat lemah di tengah selimut kegelapan yang luar biasa. Hanya itu yang dapat kupergunakan. Kondisinya sangat mencekam. Aku melihat sejumlah singa, dan hewan buas di setiap tempat bahkan sampai ke ujung dan tepi jembatan. Ketika itu aku berharap andai saja tidak memiliki lentera yang justru memperlihatkan makhluk menakutkan tadi. Sebab ke mana saja aku mengarahkan cahaya lampu,...

Kemudian aku pun mencari dan mencari..

Ketika merasa sebagai orang yang paling bahagia di dunia, aku kemudian melihat cermin. kusaksikan sel-sel kulit wajahku mulai keriput dan menua. segera saja kegelisahan jiwa yang sudah sering kurasakan kembali muncul. kutatap cermin itu terus-menerus dan merenungkan kondisiku saat itu yang terasa begitu menyenangkan dan membahagiakan. setiap kali aku merenungkan kondisi dan fasilitas yang ada, kusadari bahwa semuanya adalah fana dan tipuan belaka di mana kita tidak boleh terikat dengannya. Selain itu, pada saat tersebut aku menyaksikan ketidaksetiaan yang tak disangka-sangka dan ketidak patuhan yang tak bisa dibayangkan pada temanku yang kuanggap paling setia. sehingga aku muak terhadap dunia. ku katakan pada kalbuku "Apakah aku benar-benar tertipu?" kulihat orang-orang melihat kehidupan kita yang sebetulnya perlu diratapi dengan pandangan iri. apakah semua orang itu telah gila? ataukah aku yang sedang menuju kepada gila karena melihat mereka telah tertipu oleh dunia? baga...

Cinta Keabadian

Ada hasrat yang sangat bergelora dan begitu kuat dalam lubuk hatiku untuk mencintai keabadian. Hasrat inilah yang membuatku berangan-angan agar semua yang ku cintai bersifat abadi. Namun, ketika aku menyadari bahwa apa yang aku cintai hanya bersifat sementara, dan bahkan menyaksikan bahwa apa saja yang aku cintai itu musnah, aku akan mengalami kepedihan yang sangat mendalam. Semua kepedihan dan kesedihan yang muncul akibat adanya perpisahan tersebut adalah merupakan ungkapan rasa kecewa yang bersumber dari kecintaanku terhadap keabadian. Seandainya aku tidak mempunyai naluri akan keabadian, aku tidak akan kecewa dengan hilangnya sesuatu yang aku cintai. Ya, kecintaan pada kekekalan itu merefleksikan eksistensi keesaan tuhan yang selalu menjadi muara hasrat setiap manusia, kendati banyak diantara kita tidak menyadarinya atau bahkan keliru dalam melabuhkan hasrat kita tersebut. karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak, maka sejatinya kita hanya mendambakan keabad...

Bismillah Kalimat Pertama dan Pembuka

Bismillâh adalah awal segala kebaikan. Karena itu, kita memulai dengannya. wahai jiwa, ketahuilah bahwa di samping sebagai syiar Islam, kalimat yang baik dan penuh berkah ini merupakan zikir seluruh entitas lewat lisanul hal (keadaan) mereka. Jika engkau ingin mengetahui sejauh mana kekuatan luar biasa yang tak pernah habis yang terkandung dalam bismillâh serta sejauh mana keberkahan yang terdapat padanya, perhatikan perumpamaan singkat berikut ini. Seorang Badui yang hidup nomaden dan mengembara di padang pasir harus memiliki afiliasi dengan pemimpin kabilah dan harus berada dalam perlindungannya agar selamat dari gangguan orang-orang jahat, agar bisa menunaikan pekerjaannya, dan agar bisa mendapatkan berbagai kebutuhannya. Jika tidak, ia akan merana sendirian dalam kondisi cemas dan gelisah menghadapi banyak musuh dan kebutuhan yang tak terhingga. Pengembaraan yang sama dilakukan oleh dua orang; yang satu rendah hati dan yang kedua sombong. Orang yang rendah hati menisbatkan di...