Cinta Keabadian

Ada hasrat yang sangat bergelora dan begitu kuat dalam lubuk hatiku untuk mencintai keabadian.
Hasrat inilah yang membuatku berangan-angan agar semua yang ku cintai bersifat abadi.
Namun, ketika aku menyadari bahwa apa yang aku cintai hanya bersifat sementara,
dan bahkan menyaksikan bahwa apa saja yang aku cintai itu musnah, aku akan mengalami kepedihan yang sangat mendalam.
Semua kepedihan dan kesedihan yang muncul akibat adanya perpisahan tersebut adalah merupakan ungkapan rasa kecewa yang bersumber dari kecintaanku terhadap keabadian.
Seandainya aku tidak mempunyai naluri akan keabadian, aku tidak akan kecewa dengan hilangnya sesuatu yang aku cintai.

Ya, kecintaan pada kekekalan itu merefleksikan eksistensi keesaan tuhan yang selalu menjadi muara hasrat setiap manusia, kendati banyak diantara kita tidak menyadarinya atau bahkan keliru dalam melabuhkan hasrat kita tersebut. karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak, maka sejatinya kita hanya mendambakan keabadian absolut yang tunggal yakni Keabadian Tuhan Yang Maha Esa.

Related Post:

2 Tanggapan untuk "Cinta Keabadian"

  1. sya benar2 senang ma quote yg ini:
    "karena segala keabadian lain bersifat relatif tidak mutlak, maka sejatinya kita hanya mendambakan keabadian absolut yang tunggal yakni Keabadian Tuhan Yang Maha Esa"
    :D

    ReplyDelete
  2. Iya sama.. saya juga senang dengan kalimat tersebut, kalimat yg dikutip dari koleksi risalah nur budiuzzaman said nursi..
    benar2 menyadarkan bahwa keabadian tunggal hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete