Posts

Showing posts with the label Opini

Pelesetan Kata dalam Pantun dan Humor Jenaka

Image
Humor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang lucu, keadaan yang menggelikan hati, kejenakaan, dan kelucuan. Humor bisa terjadi dalam segala bidang kehidupan manusia, bisa verbal bisa pula nonverbal. Humor verbal yang menggunakan bahasa dapat dengan mudah dijumpai dalam acara lawak, misalnya. Karena menggunakan bahasa, acara lawak menarik untuk ditelaah dari sisi kebahasaan. Acara lawak umumnya mengusung tindak tutur suatu ujaran: dialog-dialog dengan situasi tertentu. Isi tuturan itu, sesuai dengan tujuannya, ingin membuat penonton tertawa dengan mengandung kejenakaan dan kelucuan. Grup-grup lawak atau acara-acara lawak di indonesia dalam menghadirkan kelucuan sering menggunakan pelesetan kata dan kehomonimian polimorfisme kata. Upaya itu telah terjadi puluhan tahun lalu-bahkan lebih-sejak zaman dulu hingga acara ILK (Indonesia Lawak Klub) di salah satu stasiun televisi kini. Pelesetan kata atau bahasa, sebagaimana istilahnya adalah sebuah upaya untuk me...

Penelusuran Ngetren Indonesia: Tere Liye Menjelaskan Tulisannya tentang "Pahlawan Kemerdekaan, Sejarah Bangsa, dan Jangan Terlalu Terpesona dengan Paham-Paham Luar"

Image
Wow, Ngetren! Penulis novel Tere Liye menempati posisi 1 di Penelusuran Ngetren Indonesia tertanggal 2 Maret 2016 dengan 20.000+ penelusuran. Kali ini tanpa menulis buku beratus-ratus halaman novel, hanya dengan beberapa paragraf saja tentang "Pahlawan Kemerdekaan, Sejarah Bangsa, dan Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar" yang diposting di akun F an Page Tere Liye . Berikut Postingan lengkapnya: "Indonesia itu merdeka, karena jasa-jasa tiada tara para pahlawan--yang sebagian besar diantara mereka adalah ulama-ulama besar, juga tokoh2 agama lain. Orang-orang religius, beragama. Apakah ada orang komunis, pemikir sosialis, aktivis HAM, pendukung liberal, yang pernah bertarung hidup mati melawan serdadu Belanda, Inggris atau Jepang? Silahkan cari. Anak muda, bacalah sejarah bangsa ini dengan baik. Jangan terlalu terpesona dengan paham-paham luar, seolah itu keren sekali; sementara sejarah dan kearifan bangsa sendiri dilupakan." Sontak tulisan ini mendap...

Tumbangnya Media Cetak di Era Digital dan Apakah Jurnalisme Data menjadi TREND di Masa Depan?

Image
Dalam riwayatnya, media cetak telah ikut mewarnai perubahan dan revolusi di belahan dunia. Salah satu tinta emas yang ditorehkan pers cetak adalah kehebatan jurnalisnya dalam melaporkan reportase investigasi. Membongkar praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan yang terorganisir, sistematis dan merugikan banyak orang. Sepanjang abad ke-20, reportase jenis ini telah ikut mempercepat perubahan-perubahan penting di banyak negara. [ jaring.id ] Namun kini, media cetak sudah hampir tamat riwayatnya. Sejumlah majalah dengan nama-nama besar tumbang, bahkan sudah tinggal namanya saja. Tidak sedikit yang tutup diam-diam, tanpa pamit kepada pembaca setianya. Banjir informasi di media digital telah menghantam tiras sebagian besar media cetak. Arus migrasi pembaca media cetak ke media digital kian membesar. Ini telah lebih dulu terjadi di Amerika dan Eropa. Apakah internet membunuh jurnalisme? Era digital yang memunculkan media online berikut perubahan budaya masyarakat dalam mengonsumsi beri...

Konsep Nilai dan Sistem Nilai Budaya khas Bangsa Indonesia

Image
Kemajemukan masyarakat Indonesia menunjukkan suatu aneka warna yang besar dalam hal budaya dan bahasa. Hal tersebut menjadikan mayoritas masyarakat Indonesia bangga akan Bhineka Tunggal Ika yang melambangkan bangsa Indonesia itu sendiri. Di sisi lain, keanekaragaman budaya dan bahasa yang ada di Indonesia memunculkan masalah kebudayaan nasional bangsa Indonesia yang menyangkut masalah kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri. Masalah kepribadian bangsa Indonesia itu tidak hanya mengenai identitas bangsa Indonesia saja, tetapi juga menyangkut tujuan utama bangsa Indonesia untuk hidup sebagai bangsa. Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak , yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu, nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri. Setiap individu d...

Bahasa Daerah Terancam Punah; Mengapa?

Image
Modernitas yang sarat akan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah mengubah jalan hidup banyak orang dan cara mereka berkomunikasi. Bahasa daerah kian lama, semakin ditinggalkan dalam komunikasi, dicampakan karena cenderung dianggap kuno, terbelakang, "kampungan". Setidaknya itulah fenomena yang nyata di kalangan masyarakat modern saat ini. Masyarakat yang katanya maju dan beradab itu lebih bangga melisankan bahasa Indonesia yang dicampur bahasa asing dalam keseharian. Hal itu membuat tutur bahasa daerah mereka tak lagi tertata dalam budaya yang sehat. Pakar linguistik dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Multamia Lauder, mencatat ada 25 bahasa daerah di Indonesia yang berstatus hampir punah. Diantaranya adalah Aputai, Burumakok, Duriankere, Emplawas, Kaibobo, Kanum, Badi, Kayupulau, Kembra, Kwerisa, Lengilu, Lolak, Melayu Bacan, Mandar, Massep, Mlap, Morori, Namla, Paulohi, Petjo, Ratahan, Salas, Taje, Tobati dan Woria. Sejatinya, bahasa daerah adalah bahasa yang...

Sumpah Pemuda "Ikrarkan Jadi Pemenang"

Image
Oleh : Yan Djoko Pietono*) Pada 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda, hingga kini gaungnya di seantero Indonesia menggugah semangat pemuda pemudi  untuk memperingatinya. Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu tidak hanya semata-mata disusun untuk menjadi hasil yang membantu kaum muda menjawab kebutuhan kemerdekaan dari penjajahan saat itu. Melainkan lebih dari itu, Sumpah Pemuda telah menjadi spirit yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda Indonesia. Suatu spirit yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita. Semoga kita bisa memahami makna arti sumpah pemuda ini dengan baik dan memahami bahwasannya perjuangan pemuda kala merebutkan dan memperjuangkan kemerdekaan tak bisa dipandang sebelah mata. Hari ini hari sumpah pemuda ke 84 dan semoga para pemuda bisa belajar akan sejarah sumpah pemuda dengan baik dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam berb...

Pendidikan Bela Negara? usaha pertahanan dan keamanan negara atau proyek negara?

Image
  Ilustrasi Pendidikan Bela Negara MEMBELA negara, selain alasan mulia dan luhur, juga amanah UUD RI 1945 dimana setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Kementerian Pertahanan RI merencanakan merekrut 100 juta kader bela negara dalam 10 tahun atau 833.000 kader bela negara setiap bulannya, sementara kapasitas pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara pada Kementerian Pertahanan masih sangat terbatas. Ditegaskan bahwa pendidikan bela negara, bukan wajib militer atau militerisasi sipil. Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pendidikan bela negara ini penting untuk memupuk jiwa nasionalisme dan semangat membela negara. Tujuan dari program pendidikan bela negara tersebut adalah menumbuhkan lima nilai dasar, yakni: rasa cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara secara fisik dan nonfisik yang diajarkan melalui antara lain b...