Pelesetan Kata dalam Pantun dan Humor Jenaka

Humor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang lucu, keadaan yang menggelikan hati, kejenakaan, dan kelucuan. Humor bisa terjadi dalam segala bidang kehidupan manusia, bisa verbal bisa pula nonverbal. Humor verbal yang menggunakan bahasa dapat dengan mudah dijumpai dalam acara lawak, misalnya. Karena menggunakan bahasa, acara lawak menarik untuk ditelaah dari sisi kebahasaan.

Acara lawak umumnya mengusung tindak tutur suatu ujaran: dialog-dialog dengan situasi tertentu. Isi tuturan itu, sesuai dengan tujuannya, ingin membuat penonton tertawa dengan mengandung kejenakaan dan kelucuan. Grup-grup lawak atau acara-acara lawak di indonesia dalam menghadirkan kelucuan sering menggunakan pelesetan kata dan kehomonimian polimorfisme kata. Upaya itu telah terjadi puluhan tahun lalu-bahkan lebih-sejak zaman dulu hingga acara ILK (Indonesia Lawak Klub) di salah satu stasiun televisi kini.

Pelesetan kata atau bahasa, sebagaimana istilahnya adalah sebuah upaya untuk memelesetkan atau menyimpangkan suatu bunyi (fonologis), kata, frasa, klausa, konteks, dan seterusnya.

Mungkin anda masih ingat Asmuni dari grup Srimulat sering memelesetkan hal-hal yang mustahil menjadi hil-hil yang mustahal. Dari pola ini para komedian atau penulis naskah bisa memunculkan bentuk lain sesuai dengan situasi yang relevan dan sedang aktual seperti abg (angkatan babe gue), gayus (jayus), ekspor asap (pelesetan jenis frasa dan semantis), dan seterusnya.

Kehomonimian atau polimorfisme sudah dilakukan oleh komedian atau group lawak zaman dahulu ketika menggunakan kata tulis yang berupa kata kerja dengan Tulis yang merupakan nama orang. Alhasil, situasi humor karena kesalahpahaman muncul. Kini anda bisa menyaksikan Cak Lontong, Komeng, Andre, Sule, Jarwo, dan lain-lain yang sering memanfaatkan suatu kata, frasa, atau klausa yang memiliki makna banyak dalam upaya menimbulkan kelucuan. Sebenarnya antara kehomonimian atau polimorfisme dan pemelesetan sering berpadu.

Demikian pula pantun jenaka yang dibuat komedian yang sering terlihat di TV masa kini, tujuan mereka berpantun lebih untuk menghibur para penonton dan sang pendengar yang baik. Kebanyakan pantun jenaka para komedian dibuat dari sebuah pantun yang dipelesetkan kata dan bahasanya. Walau sebagian besar pantun jenaka yang dibuat untuk lucu-lucuan, tak jarang pula pantun jenaka para komedian tetap ada hikmah dan maknanya.

Pantun itu merupakan tradisi yang diucapkan secara lisan ataupun langsung lewat candaan yang membuat hati riang dan tertawa. Sangat menarik disaat kita menyimak pantun yang tertata rapi dan diucapkan dengan nada yang pas ketika orang mengucapkan pantun itu. Anda pasti mengenal kata lucu maupun gokil dan banyak sekali diistilahkan dengan lelucon jenaka. Untuk anda sekalian, pantun jenaka pun juga bisa dibuat dalam keseharian untuk bercanda gurau bersama teman-teman atau orang sekitar.

Mencari sebuah pantun cinta itu hal yang diperlukan untuk membuat untaian kata indah nan romantis. Di Indonesia khususnya masyarakat melayu, berpantun sangat diperlukan saat berkumpul bersama untuk membuat lelucon dan membuat suasana menjadi lebih mencair. Sebagaimana orang yang pandai membuat pantun, kita pun bisa membuat pantun jenaka untuk membuat orang tertawa dan membuat pendengar lebih asik. Nah, buat anda yang masih bingung membuat pantun apa yang pas untuk bercana tawa, berikut contoh-contohnya:

Pantun Jenaka Pantun Cinta, 
Syair Gurindam Mantra Karmina, 
Rehat Penat dengar Cerita, 
Sastra Sekura lah tempat mencari makna.

Panas-panas desa sekura
adalah efek global panas dunia
bila ingin cepat lulus sarjana
cobalah tidur malam tanpa celana

Nasi uduk masih hanget
Makannya dipinggir jalan
yang lagi duduk manis banget
Boleh dong kita kenalan

Mangga muda jangan dibeli
karna rasanya asam sekali
kukira dia masih sendiri
eh, ternyata sudah bersuami

Jambu merah ada di dinding
Jangan marah ya, just kidding


Dari ulasan dan contoh singkat di atas, mungkin para penulis naskah lawak dan acara humor bisa mengambil suatu inspirasi dari teori-teori pragmatik atau mengeksplorasi unsur bahasa guna menghidupkan acara- acara lawak dan humor. Semoga para penulis naskah humor dan komedian Indonesia lebih kreatif lagi dalam membuat penonton terhibur, Aamiin.

Related Post:

1 Tanggapan untuk "Pelesetan Kata dalam Pantun dan Humor Jenaka"