Tersesat di Jalan yang Lurus: Berkelana ke Berbagai Bidang

Judul ini sebenarnya aku ambil dari kolom kompas terpopuler hari ini. Istilah yang ditulis oleh Hasanudin Abdurakhman Doktor Fisika Terapan dari Tohoku University, Jepang. Ia sering berpesan pada mahasiswa yang ia kuliahi, bahwa kompetensi paling dasar bagi seorang lulusan perguruan tinggi adalah kemampuan mereka untuk belajar secara mandiri. Anda harus tahu apa yang dibutuhkan untuk dipelajari, serta bagaimana cara mempelajarinya.

Berbagai perkuliahan, praktikum, tugas-tugas, sampai tugas akhir, adalah serangkaian kegiatan untuk membina mahasiswa agar mencapai kompetensi tadi. Artinya, bila kompetensi itu tercapai, pada dasarnya seorang lulusan perguruan tinggi mampu belajar tentang apa saja secara mandiri.

Hal yang paling menarik dari tulisan tersebut adalah bahwa setiap orang mampu belajar tentang apa saja secara mandiri. Terserah mau "Pindah Jalur" yang memungkinkan anda memperluas cakupan belajar (going wider) atau tetap fokus pada satu bidang yang membuat anda bisa belajar lebih mendalam (going deeper). Pilihan ada di tangan Anda.

Kembali pada topik "Tersesat di Jalan yang Lurus", rasa-rasanya kalimat ini "seakan" menyuguhkan tanda tanya besar "?" Mengapa ada orang Tersesat di Jalan yang Lurus? Menurut Dr. Hasanudin Abdurakhman ada banyak alasan orang berpindah bidang dari jalur belajarnya. (1) Anda baru sadar bahwa passion atau bakat anda sebenarnya bukan di bidang studi yang anda tekuni setelah anda terlanjur masuk kuliah, atau bahkan setelah anda lulus. (2) anda bertemu dengan passion, sadar akan bakat anda, tapi anda tidak bisa mengubah tempat belajar anda karena berbagai alasan. Maka anda belajar secara mandiri keterampilan atau ilmu yang anda sukai, dan kemudian berkarir di bidang itu. (3) Anda memulai karir di suatu bidang karena anda tidak menemukan pekerjaan yang cocok dengan ilmu yang anda pelajari, kemudian menekuni bidang baru itu lalu sukses. Atau, (4) anda bosan dengan bidang yang anda pelajari, lalu pindah mencari tantangan lain.

Dari berbagai alasan tersebut, kemudian muncul lagi pertanyaan; tidakkah sayang dengan ilmu yang selama ini sudah dipelajari? Jawaban yang paling inspiratif adalah kembali bertanya: “Kenapa sayang? Apakah dengan belajar ilmu baru, ilmu lama anda jadi hilang?” Tidak. Ilmu anda tidak hilang. Ilmu itu selalu siap digunakan kembali jika anda membutuhkannya lagi. Atau bahkan anda mungkin sering memakainya tanpa anda sadari, karena ilmu itu sudah menjadi bagian dari cara berpikir anda.


"Pindah jalur bukan berarti anda terbuang dari bidang anda. Anda hanya membuka diri untuk berkelana ke berbagai bidang." Itulah, ==> Tersesat di Jalan yang Lurus. 

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Tersesat di Jalan yang Lurus: Berkelana ke Berbagai Bidang"

Post a Comment