Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-244


 [Img: Pontianakpost]
Hari ini tanggal 23 Oktober 2015 merupakan Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-244. Puncak Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ini diperingati dengan menggelar apel yang diikuti oleh seluruh pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan dihadiri tamu undangan. Seluruh peserta dan tamu mengenakan pakaian khas melayu, yakni telok belanga bagi pria dan baju kurung bagi wanita.

Di usianya yang ke-244 tahun, Kota Pontianak sudah banyak mengalami kemajuan dengan sangat pesatnya, baik pembangunan fisik maupun masyarakatnya. Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak sudah bisa sejajar bahkan lebih dari kota-kota yang selama ini didengung-dengungkan di Indonesia. Diberitakan melalui humas.pontianakkota.go.id Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan “Saya berani mengklaim, Pontianak ini adalah kota yang bersih, teduh dan ramah serta aman karena beberapa kawasan di kota ini aktivitas perekonomiannya sudah ada yang berjalan 24 jam.”

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bangga menjadi warga Kota Pontianak. Pontianak sudah banyak dikenal oleh berbagai daerah di Indoensia dan bahkan mancanegara. Berbagai even baik skala nasional maupun internasional pernah digelar di kota ini. “Kita berharap Pontianak bisa menjadi bagian yang terbaik dari Indonesia dan siap menyapa dunia,” harapnya.

Ikrar Perangi Kejahatan Terhadap Anak

Tahun lalu, bertepatan Harjad Kota Pontianak, telah dicanangkan Pontianak Tertib Aturan. Di Harjad ke-244 tahun ini, dicanangkan ikrar perangi kejahatan terhadap anak. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan dan langkah konkrit Pemkot Pontianak bersama semua pihak atas maraknya kasus kekerasan dan kejahatan terhadap anak. Sutarmidji mendukung rencana pemerintah untuk memberlakukan tindakan-tindakan hukuman tambahan terhadap pelaku kejahatan terhadap anak. Menurutnya, tindakan-tindakan kejahatan terhadap anak itu harus diberantas dengan hukuman yang sangat berat. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat berencana memberlakukan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. “Kalaupun hukuman kebiri itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), saya berharap mereka yang melakukan pembunuhan terhadap anak, pelecehan seksual terhadap anak, pemerkosaan dan lainnya itu dihukum seumur hidup saja, biar seumur hidup dia berada di dalam penjara.

Ikrar yang diteken oleh Wali Kota Pontianak bersama pihak-pihak terkait dan elemen masyarakat ini berisikan diantaranya melindungi dan menjaga anak dari segala bentuk yang menjurus pada tindak kekerasan dan penyalahgunaan napza, menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan kepatuhan masyarakat terhadao hukum serta peraturan pemerintah yang melindungi anak dan menegakkan peraturan dan supremasi hukum kepada pelaku kejahatan terhadap anak serta memberikan ketenangan dan kenyamanan anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

Pelayanan Publik

Hampir sebagian besar visi dan misi yang diusung pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono sudah dicapai. Visi dan misinya, Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa berwawasan lingkungan, terdepan dalam peningkatan sumber daya manusia dan pelayanan publik.

Sektor pelayanan publik, Pemkot Pontianak telah melaksanakan Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Bahkan sebanyak 109 unit layanan publik sudah disertifikasi oleh Ombudsman RI dan keseluruhannya masuk kategori zona hijau.

Untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) perumahan atau developer, Sutarmidji memastikan waktu prosesnya hanya membutuhkan satu hari kerja. Sementara itu, untuk perizinan jenis SITU, SIUP dan TDP, pemohon bisa menunggu dalam waktu tidak sampai satu jam. Hal itu sudah dilakukan jauh sebelum dicanangkannya paket kebijakan ekonomi yang baru-baru ini diluncurkan pemerintah pusat. “Saya berharap, ke depan seluruh perizinan sudah menggunakan sistem online,” tandasnya.

Kembalikan Wajah Kota Menghadap Sungai

Rencana pembangunan waterfront di Kota Pontianak mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Sutarmidji, ia berkeinginan mengembalikan wajah Kota Pontianak menghadap Sungai Kapuas. Selain itu, dirinya juga ingin mengembalikan transportasi sungai sebagai urat nadi di sepanjang alur Sungai Kapuas di Kalimantan Barat (Kalbar). Dengan demikian, ia optimis, Kalbar secara umum dan Pontianak khususnya semakin maju pesat. Selama ini, masyarakat bertumpu pada transportasi darat. Padahal, transportasi sungai tidak kalah baiknya dibanding transportasi darat. “Transportasi sungai harus tetap kita pertahankan. Kita akan jadikan Sungai Kapuas sebagai wajahnya Kota Pontianak. Pembenahan pinggiran sungai terus kita percepat,” terangnya.

Potensi Wisata Kota Pontianak

Banyak hal-hal unik dan mempunyai nilai jual sebagai obyek wisata yang dimiliki Kota Pontianak. Salah satunya peristiwa kulminasi matahari, dimana titik nol derajat lintang utara (LU) dan lintang selatan (LS) pertemuannya terletak di tengah-tengah Kota Pontianak. “Di sini ada satu peristiwa alam yang unik yakni pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, setiap tahunnya matahari berkulminasi di titik nol derajat LU dan LS itu. Banyak sekali wisata ilmiah yang bisa diambil di sana,” tutur Sutarmidji.

Wilayah Pontianak Utara, yang dilewati garis khatulistiwa, hampir sebagian besar karakteristik tanahnya adalah gambut. Kendati demikian, di wilayah tersebut hampir tidak pernah terjadi kebakaran lahan gambut. “Ini bisa menjadi obyek penelitian kenapa di sana walaupun struktur tanahnya gambut tetapi hampir tidak pernah terjadi kebakaran lahan,” imbuhnya.

Pontianak banyak memiliki potensi yang bisa digali untuk dijadikan obyek wisata. Sebut saja Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Dengan panjang 1.100 kilometer, Sungai Kapuas memiliki berbagai keunikan budaya di sepanjang pinggiran sungai. “Uniknya lagi, di sepanjang sungai itu masih ada gertak-gertak kayu,” katanya.

Bicara soal kuliner, Kota Pontianak sudah terkenal dengan keanekaragaman kulinernya. Kekayaan kuliner yang dimiliki kota berjuluk Kota Khatulistiwa ini dikenal lezat dan memiliki cita rasa tersendiri baik nusantara maupun mancanegara. “Hari ini puncak peringatan Hari Jadi Kota Pontianak ke-244, kita juga kehadiran tamu dari Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam,” ucap Wali Kota yang terpilih dua periode ini.

Kinerja Pemerintahan Kota Pontianak

Sutarmidji mengklaim, kinerja jajaran Pemkot Pontianak dengan persentase aparatur 1,1 persen dari jumlah penduduknya, sangat efektif dan efisien. Padahal, secara nasional, rasio penduduk dengan PNS persentasenya 1,9 persen. “Walaupun dengan jumlah pegawai yang terbatas,  kinerja aparatur Pemkot Pontianak sangat efektif dan efisien dengan hasil yang dicapai sekarang,” timpalnya.

Sementara sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), mengalami peningkatan yang luar biasa yakni enam kali lipat sejak tahun 2009. Kendati situasi resesi ekonomi saat ini,  sebagai kota jasa dan perdagangan, Pontianak justru PAD-nya meningkat dan investasi pun kian mengalami pertumbuhan yang signifikan. “Saya yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini lebih tinggi dibandingkan nasional.  Saya perkirakan tingkat pertumbuhannya di atas 6 persen,” kata Sutarmidji optimis.

Bela Negara Latih Disiplin

Terkait bela negara, Sutarmidji setuju dan mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Bahkan, pihaknya telah melakukan program itu lebih dari dua tahun lalu. Ia sangat mendukung pelatihan bela negara sebab melalui program tersebut masyarakat dilatih disiplin dan generasi muda siap mengambil estafet kepemimpinan. Menurutnya, disiplin tidak bisa tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya satu metode penanganan yang benar. “Tahun lalu kita sudah kirim orang untuk ikut pelatihan bela negara, dua tahun lalu juga. Dan tahun depan, kalaupun seandainya program ini batal dilaksanakan, saya tetap berkeinginan latihan bela negara itu diimplementasikan,” pungkasnya. (humas.pontianakkota.go.id)

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-244"

Post a Comment