Sastra Lisan

Sastra lisan adalah bagian dari kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dan diwariskan secara turun temurun, disebarkan secara lisan dan diakui sebagai milik bersama. Sastra lisan merupakan bagian dari tradisi yang berkembang di tengah masyarakat yang menggunakan bahasa sebagai media utama. Dari penjelasan di atas jelas bahwa sastra lisan merupakan bagian dari folklor.

Endaswara (2003:151) mengemukakan bahwa sastra lisan adalah karya sastra yang penyebarannya disampaikan dari mulut ke mulut. Sejalan dengan pendapat tersebut Hutomo (1991:1) menyatakan bahwa sastra lisan adalah kesusastraan yang mencakup ekspresi kesusastraan warga suatu kebudayaan yang disebarkan dan diturun-temurunkan secara lisan (dari mulut ke mulut).

Studi Sastra Lisan : Sejarah, Teori, Metode, dan Pendekatan Disertai Contoh Penerapannya - Yoseph Yapi Taum

Jenis-jenis sastra lisan:

1. Prosa
Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.

Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif. Dalam kaitannya dengan karya sastra, prosa yang lebih tepat adalah prosa naratif. Prosa naratif yang umum kita temui adalah cerpen dan novel.

2. Puisi
Puisi adalah karya yang sejak dulu telah benar-benar dianggap sebagai karya sastra yang sejati. Dibandingkan dengan prosa dan drama, puisi telah lebih dulu ada dan dianggap karya sastra sesungguhnya.

Dilihat dari sifatnya, puisi merupakan karya rekaan yang bersifat monolog. Artinya, dalam puisi pada umumnya tidak ada bentuk-bentuk narasi seperti dialog antar tokoh, pemaparan panjang seperti deskripsi dan narasi. Sementara itu, jika dilihat dari bentuknya, puisi juga dapat dibedakan dengan karya lain terutama prosa. prosa biasanya dibangun oleh paragraf-paragraf dan ujaran tokoh sedangkan puisi berbentuk bait-bait atau ayat.

Puisi sangat mengandalkan pencitraan, pilihan kata yang tepat, dan metafora. Puisi pada umumnya mengungkap suatu ide atau gagasan umum dan luas dengan ungkapan yang singkat dan simbolik. Menurut zaman dan karakteristiknya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

a. Puisi Lama
Ciri-ciri puisi lama:
  1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
  2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
  3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Yang termasuk ke dalam puisi lama ialah mantra, pantun, karmina, bidal, gurindam, syair dan talibun.

b. Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas: balada, himne, ode, romansa, elegi dan satire

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Sastra Lisan"

Post a Comment