Bahasa Mantra

Bahasa mantra merupakan bahasa yang tetap karena terdapat kata-kata kuno yang tidak mengalami perubahan dari masa ke masa.

Kata-kata memiliki peranan penting dalam sebuah puisi. Begitu penting pentingnya kata-kata dalam puisi, maka bunyi kata dipertimbangkan secara cermat dalam pemilihannya. Karena pemilihan kata-kata mempertimbangkan berbagai aspek estetis, maka kata-kata yang dipilih oleh penyair untuk puisinya bersifat absolut dan tidak bias diganti padanan katanya, sekalipun maknanya tidak berbeda. Oleh karena itu, penyair hendaknya mencurahkan perasaan dan isi pikirannya dengan setepat-tepatnya seperti yang dialami batinya. Selain itu, juga ia ingin mengekspresikan dengan ekspresi yang dapat menjelmakan pengalaman jiwa tersebut, untuk itu haruslah dipilih kata setepatnya.Pemilihan kata dalam sajak disebut diksi (Pradopo, 1993:54).
>
Berkaitan dengan pengertian diksi, Keraf (2005:24) mengemukakan bahwa pengertian diksi ada tiga, yaitu : (1). Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokkan kata-kata yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam situasi, (2). Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar, (3). Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosakata atau perbendaharaan kata bahasa itu.

Pada umumnya, untuk mencapai ketepatan pengertian lebih baik memilih kata khusus daripada kata umum. Kata umum yang dipertentangkan dengan kata khusus harus dibedakan berdasarkan maknanya, yaitu apakah makna tambahan atau nilai rasa yang ada pada sebuah kata. Kata umum dan kata khusus dibedakan berdasarkan luas tidaknya cakupan makna yang dikandungnya (Keraf, 2005:89).

Dalam pilihan kata (diksi) terdapat kata umum, kata khusus, kata denotasi dan konotasi.

1) Kata umum
Kata umum adalah kata yang ruang lingkupnya dan dapat mencangkup banyak hal. Menurut Keraf (2005:90) kata umum adalah sebuah kata yang mengacu kepada suatu hal kelompok yang luas bidang lingkupnya.
Berdasarkan pendapat di atas dapat dikemukakan kata umum adalah kata yang mempunyai cakupan makna yang luas ruang lingkupnya.
Contoh : - bunga    - buah        - rumah

2) Kata Khusus
Kata khusus adalah kata-kata yang mempunyai cakupan makna yang terbatas atau spesifik, makna kata khusus ini hanya menunjuk pada referensinya saja. Menurut Keraf (2005:90) bila kata mengacu kepada pengarahan-pengarahan yang khusus dan kongkret maka kata-kata itu disebut kata khusus.
Contoh : - bunga mawar    - buah kurma        -rumah sakit

3) Kata Denotasi
Sebuah kata itu mempunyai dua aspek arti, yaitu denotasi ialah artinya menunjuk, dan konotasi, yaitu arti tambahannya. Menurut Altenbernd (dalam Pradopo 1993:58) denotasi sebuah kata adalah definisi kamusnya, yaitu pengertian yang menunjuk benda atau hal yang diberi nama dengan kata itu, disebutkan, atau diceritakan. Bahasa yang denotatif adalah bahasa yang menunjuk kepada korespondensi satu lawan satu antara tanda (kata itu) dengan (hal) yang ditunjuk Wellek (dalam Pradopo, 1993:58). Jadi, satu kata denotasi itu menunjuk satu hal saja atau memiliki makna konseptual dan referen.
Contoh kata denotasi
Biru    : warna dasar yang serupa dengan langit yang cerah
Ular    : binatang melata, tidak berkaki, tubuhnya agak bulat memanjang, kulitnya bersisik, hidup di tanah atau di air, ada yang berbisa ada yang tidak.

d) Kata Konotasi

Menurut Pradopo (1993:59) kumpulan asosiasi-asosiasi perasaan yang terkumpul dalam sebuah kata diperoleh dari setting yang dilukiskan itu disebut konotasi. Konotasi menambah denotasi dengan menunjukkan sikap-sikap dan nilai-nilai, dengan member daging (menyempurnakan) tulang-tulang arti yang telanjang dengan perasaan atau akal, begitu dikemukakan oleh Altenbernd (dalam pradopo 1993:59).
Contoh kata konotasi
Biru    : simbol kebebasan
Ular    : licik, licin atau pelacur

Bahasa Mantra Magic

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Bahasa Mantra"

Post a Comment