Kalimat adalah

Kalimat ialah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh (Alwi, 2003:311). Pada hakikatnya dalam pandangan gramatikal, yang menganggap tatabahasa sebagai subsistem yang hirarkis, kalimat hanyalah merupakan satu di antara yang tetap dan terikat pada satuan yang lebih besar, ataupun dapat berdiri sendiri. Ada kemungkinan secara relatif dalam satuan yang lebih besar kalimat itu berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, secara aktual dan potensial terdiri dari klausa. Dalam kaitannya dengan satuan-satuan sintaksiksis (kata,frasa, klausa), kalimat dapat dipandang sebagai suatu kontruksi yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, disertai intonasi final, dan bila diperlukan dilengkapi dengan konjungsi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat dua hal penting berkenaan dengan konsep kalimat. Dua hal itu adalaah konstituen dasar dan intonasi final. Konstituen dasar itu biasanya berupa klausa yang terdapat unsur-unsur seperti subjek, predikat, objek dan sebagainya. Kalau pada sebuah klausa diberi intonasi final maka terbentuklah sebuah kalimat yang memberi tiga cirri kalimat, yaitu intonasi deklaratif, yang dalam bahasa tulis dilambangkan dengan titik; intonasi interogatif, yang dalam bahasa tulis dilambangkan dengan tanda tanya; dan intonasi seru yang ditandai dengan tanda seru.

Kalimat Efektif

Menurut Arifin dan Tasai (2008:97) , kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembaca atau penulis.

Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pesan kepada orang lain sebagaimana yang dimaksud penuturnya (Nababan, 2008:103).
Menurut Pusat Bahasa (2006:91), kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula.

Jadi, menurut peneliti, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan dan mengungkapkan pesan secara tepat pemakainya dan dapat dipahami secara tepat pula oleh penerimanya.

Contoh kalimat efektif dalam surat dinas:
1)    Menurut rencana, dalam rapat itu akan dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
 Seharusnya:
Menurut rencana, rapat itu akan dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

2)    Atas kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Seharusnya:
Atas kerja sama Bapak, kami ucapkan terima kasih.

3)    Atas kehadirannya, kami ucapkan banyak terima kasih.
Seharusnya:
Atas kehadiran Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan dan mengungkapkan pesan secara tepat pemakainya dan dapat dipahami secara tepat pula oleh penerimanya. Menurut Sabarti Akhidiah, dkk. (1991: 116-135) ada beberapa ciri kalimat efektif, yaitu.

1    Kesepadanan
Kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

2    Kepaduan
Kepaduan adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

3    Kesejajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

4    Kelogisan
Kelogisan kalimat adalah susunan kata yang memiliki hubungan logis dan dapat diterima akal. Ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

5    Kehematan
Kehematan artinya penggunaan kata yang perlu saja, tidak berlebihan. Kata-kata yang berlebihan itu akan mengaburkan maksud kalimat. Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat.

6    Kecermatan
Kalimat cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pilihan kata. Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Kalimat adalah"

Post a Comment