Hikayat Abu Nawas dan lelaki kikir

Siapakah Abu Nawas? Tokoh yang dinggap badut namun juga dianggap ulama besar ini- sufi, tokoh super lucu yang tiada bandingnya ini aslinya orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz meninggal pada tahun 819 M diBaghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali dengan orang-orang badui padang pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab, la juga pandai bersyair, berpanlun dan menyanyi. la sempat pulang ke negerinya, namun pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.

Mari kita mulai kisah yang bermakna ini.
Di suatu masa hidup seorang laki-laki yang punya sifat kikir (pelit). Ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Laki-laki ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya. Namun, untuk memperluas rumahnya, sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak. Akhirnya, ia mendatangi Abu Nawas, seorang cerdik dikampungnya. Pergilah ia menuju rumah Abu Nawas.

Si lelaki : "Salam hai Abu Nawas,semoga engkau selamat sejahtera."

Abu Nawas : "Salam juga untukmu hai orang asing, ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?"

Si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi. Abu Nawas mendengar dengan seksama. Setelah Si lelaki selesai bercerita, Abu Nawas tampak tepekur sesaat, tersenyum, lalu ia berkata :
"Hai fulan, jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas, belilah sepasang ayam, jantan dan betina, lalu buatkan kandang didalam rumahmu. 3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu."

Si lelaki bingung, apa hubungannya ayam dengan luas rumah, tapi ia tak membantah. Sepulang dari rumah Abu Nawas, ia membeli sepasang ayam, lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah.

3 hari kemudian, ia kembali kekediaman Abu Nawas, dengan wajah berkerut. Apa yang terjadi? Baca kelanjutannya di Hikayat Abu Nawas dan lelaki kikir

Download Hikayat Abu Nawas dan lelaki kikir file PDF

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Hikayat Abu Nawas dan lelaki kikir"

Post a Comment