Gurindam 12

Gurindam adalah bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua larik (baris), mempunyai irama akhir yang sama dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Larik atau baris pertama berisikan semacam soal atau perjanjian, sedangkan bait kedua adalah jawaban soal atau akibat dari perjanjian tersebut. Berikut ini kutipan definisi Raja Ali Haji mengenai gurindam, yaitu: “...perkataan yang bersajak akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya saja. Jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab”. Berdasarkan definisi Raja Ali Haji ini, Takdir Alisjahbana kemudian menjelaskan bahwa, gurindam terbentuk dari sebuah kalimat majemuk yang dibagi menjadi dua baris yang bersajak. Tiap-tiap baris adalah kalimat. Perhubungan antara kalimat pertama dan kedua seperti perhubungan anak kalimat dengan induk kalimat. Jumlah suku kata tiap baris dan pola rimanya tidak ditentukan. Biasanya, untuk menyampaikan suatu ide tertentu, diperlukan beberapa rangkain bait gurindam.

Kata gurindam berasal dari bahasa Tamil yang berarti perhiasan atau bunga. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa gurindam berasal dari bahasa Sangsekerta. Gurindam berisi nasehat ataupun filsafat hidup, karena itu tidak bisa digunakan untuk bersenda gurau atau berkasih-kasihan dalam kehidupan keseharian. Mungkin karena sifat dan fungsinya yang formal, maka jenis sastra ini tidak begitu populer di masyarakat Melayu. Karena kurang populer, maka tentu saja agak sulit mencari contoh gurindam-gurindam lama. Satu-satunya yang sering dirujuk adalah Gurindam Dua Belaskarya Raja Ali Haji (1847 M). Gurindam ini disebut dua belas karena terdiri dari dua belas pasal.

Download Contoh bait gurindam karangan Raja Ali Haji

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Gurindam 12"

Post a Comment