Penyeduh kopi rindu

Adakah yang lebih tabah dari dua cangkir kopi yang ku seduh malam tadi, tadi yang bersembunyi dari ampas rindu? Rindu yang berlari kesana kemari, kemari sedang empunya sibuk menghitung jarak dengan jari, jari yang acapkali dilupakan ingatan, ingatan yang dilewati kenangan, kenangan rindu yang dungu, dungu yang dijelaskan berjuta kali pun, pun ia tetap tak mengerti apa itu waktu.

Waktu kapannya aku tak pasti, pasti tapi aku suka sejak lama, lama hanya itu yang kuingat, kuingat sekarang jaraknya untuk ku slruupp. Slruupp sepenggal nada yang kau cipta, cipta rasa dari bekas kecupmu yang tersisa. Tersisa sekeranjang kata yang tak sepenuhnya terucap, terucap rindu untuk sang penyeduh.

Penyeduh kopi tentang rindu, rindu, rindu kopi. Kopi, kopi, kopi rindu. Rindu yang diulang jadi kopi, kopi yang diseduh jadi rindu.
Rindu penyeduh kopi tentang rindu.

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Penyeduh kopi rindu"

Post a Comment