Pengertian dan Unsur-unsur Berita

Banyak pandangan tentang berita yang disampaikan oleh para teoritisi dan praktisi media. Dalam buku Here’s the New yang dihimpun oleh Paul De Maeseneer (dalam Olii, 2007: 25), berita didefenisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (significant) yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka. Oleh karena itu, berita harus selalu terkait dengan hal-hal atau kejadian yang baru dan dianggap menarik. Muda (2008: 22) menyatakan bahwa berita adalah suatu fakta; ide atau opini aktual yang menarik dan akurat serta dianggap penting bagi sejumlah pembaca, pendengar, maupun penonton.

Suhirman (2005: 1) menjelaskan beberapa pengertian berita dari pakar jurnalistik sebagai berikut.
  • Dean Iyle Spencer menyatakan berita adalah suatu kejadian yang benar dan dapat menarik perhatian sebagian pembaca.
  • William S. Maulsby menyatakan defenisi berita sebagai suatu penuturan secara benar dan tidak memihak dari fakta-fakta yang mempunyai arti penting dan baru terjadi, yang dapat menarik perhatian para pembaca.
Ada pula ungkapan yang sudah cukup lama populer di kalangan pers. Ungkapan itu dikemukan oleh Charles Anderson Dana (dalam Olii, 2007: 24) yang mengungkapkan “when a dog bites a man that is not news, but if man bites a dog that is news”. Ungkapan tersebut diterjemahkan oleh Putra (2006: 33) bahwa kalau ada anjing menggigit orang, ini bukan berita. Sebaliknya, kalau ada orang yang  menggigit anjing –apalagi menggigit kuping anjing sampai anjing meraung-raung kesakitan dan menimbulkan heboh di sekitar, ini baru berita. Ungkapan tersebut menekankan bahwa berita yang ditulis hendaknya berisikan peristiwa yang menarik, meskipun kadangkala tidak logis.

Unsur-unsur Berita
Suatu wacana dapat dikatakan sebagai berita apabila terdapat unsur 5W+1H yaitu: What  (apa), Who (siapa), Where (dimana), When (kapan), Why (mengapa)  dan  How (bagaimana). Unsur 5W+1H harus melekat dalam setiap penulisan berita, tujuannya agar penyajian suatu informasi menjadi lengkap dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para pembaca atau pendengar/pemirsa televisi (Bobby, 2009:60).

Sejalan dengan itu, Karimi (2011, 14) menyatakan unsur-unsur berita adalah hal-hal mendasar yang harus ada dalam sebuah berita. Unsur-unsur berita itu terdiri dari what (apa), when (kapan), where (di mana), who (siapa), why (mengapa), who (bagaimana), dan safe (amankah penulis jika menuliskan kejadian itu).

Prinsip 5W+1H dijadikan acuan awal untuk menggali objek penulisan secara lebih mendalam, detail, lengkap, dan rinci. Dalam bahasa Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Apa…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan sebuah kejadian  kejadian atau peristiwa dengan jelas sehingga jelas pula topik atau masalah yang menjadi pokok berita.

b. Siapa…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan pelaku yang terlibat dalam kejadian atau peristiwa yang diangkat dalam berita.

c. Kapan…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan waktu terjadinya sebuah peristiwa atau kejadian.

d. Di mana…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan tempat atau lokasi terjadinya peristiwa atau kejadian.

e. Mengapa…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan latar belakang atau penyebab terjadinya sebuah peristiwa atau kejadian.

f. Bagaimana…?
Pada bagian ini, berita harus berhasil mengetengahkan tentang kronologis atau setidaknya gambaran tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau kejadian.  

Jadi, sebuah berita harus mengandung unsur-unsur berita. Unsur-unsur tersebut terdiri dari 5W + 1 H atau apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.

Reference:
  • Bobby Pr, A. 2009. Jurnalistik Bakat ? Buang ke Laut. Jakarta: Konsultan Media.
  • Karimi, Ahmad Faizin. 2011. Pendidikan Jurnalistik Untuk Pelajar SMP dan SMA. Jakarta: Pustaka Agung Harapan.
  • Muda, Iskandar Deddy. 2008. Jurnalistik Televisi Menjadi Reporter Profesional. Bandung:PT Remaja Rosda Karya.
  • Olii, Helena. 2007. Berita & Informasi. Jakarta: PT Indeks.
  • Putra, R. Masri Sareb. 2006. Teknik Menulis Berita & Featur. Jakarta: PT Indeks.
  • Suhirman, Imam. 2005. Menjadi Jurnalis Masa Depan. Bandung: Dimensi Publisher.

Popular posts from this blog

Cemburu: Terjemahan Lirik dan Makna Lagu Jealous - Labrinth #Ario Setiawan

Empat Aspek Keterampilan Berbahasa dan Sastra

Terjemahan dan Makna Lirik Lagu Avenged Sevenfold "A Little Piece Of Heaven"