Natalie Goldberg - Alirkan Jati Dirimu


Terkadang ketika sedang asyik membaca sebuah buku, kita merasakan keinginan kuat untuk mengajak orang lain menikmati buku yang tengah kita baca. Kita jadi teringat dengan orang-orang yang kita yakini akan menyukai buku ini, yang akan merasakan keindahan dan manfaatnya. Kita ingin menghadiahkan buku tersebut kepada mereka, atau meminjamkannya, atau paling tidak membacakan bagian-bagian yang paling menarik untuk dinikmati bersama.

Natalie Goldberg yang merupakan seorang penyair sekaligus pengajar di berbagai workshop menulis serta salah satu pencetus metode revolusioner menulis bebas, telah menuliskan sebuah buku dengan judul “Alirkan Jati Dirimu”. Di dalam bukunya itu, Natalie menyari pengalamannya ke dalam esai-esai singkat, ringan dan jernih untuk meruntuhkan  tembok-tembok kemalasan menulis. Dalam statistic penulisannya, setiap bab merupakan esai yang tuntas dan bisa berdiri sendiri, sehingga kita bisa membaca buku ini secara berurutan ataupun melompat dari satu esai ke esai lainnya.

Tidak seperti banyak pengarang buku panduan menulis lainnya, Natalie Goldberg tidak berfokus pada cara menulis yang baik, justru dia bilang: “Ketika Anda mulai menulis dari pikiran sendiri, Anda mesti bersedia untuk menulis sampah selama lima tahun, karena kita telah mengumpulkannya selama waktu yang lebih panjang dari itu dan kita telah senantiasa senang mengelak dari diri sendiri”.

Menulis dari pikiran sendiri, itulah pesan utama yang ingin disampaikannya. Goldberg tidak bicara tentang cara menulis pada genre tertentu. Dia begitu mencintai kegiatan menulis sehingga yang penting adalah menulis itu sendiri, berlatih setiap hari, menuliskan sebebas-bebasnya seluruh pikiran yang terlintas di benak kita tanpa takut-takut, menemukan kesejatian diri kita lewat tulisan. Setelah keterampilan itu bertumbuh terserah kita apakah akan mengarahkannya untuk menulis cerpen, puisi, esai, artikel Koran, novel, atau brosur iklan.

Metode yang ditawarkannya mudah saja. Sisihkan waktu khusus untuk menulis, sepuluh menit, lima belas menit, setengah jam, atau satu jam, terserah kita. Tetapi berkomitmenlah selama waktu itu untuk menulis, terus menggerakkan jari, menumpahkan segalanya, langsung dari nadi kita, melalui keyboard atau pena ke atas kertas. Jangan berhenti, jangan menghapus, jangan mencoret-coret, dan jangan melamun. “menulis hingga Anda habis”.

Tak usah bicara soal bakat, bisa menulis adalah soal latihan yang tekun. “Bakat itu seperti sumber air di bawah tanah,” ujar guru spiritualis Zen yang sering dikutipnya di sepanjang buku ini, Roshi Katagiri. Tidak seorang pun yang memilikinya, tapi siapa pun boleh mengambilnya. “Anda mengambilnya dengan usaha Anda dan dia akan mengalir ke arah Anda. Jadi berlatih sajalah, dan ketika Anda belajara untuk memercayai suara khas Anda, arahkanlah itu. Jika Anda ingin menulis novel, tulislah novel. Jika yang Anda inginkan adalah esai atau cerpen, tulislah. Dalam proses menulisnya, Anda akan belajar bagaimana caranya. Secara perlahan Anda akan menguasai teknik dan keterampilan yang Anda butuhkan.”

Sekedar menunjukkan kepuasan pribadi, bagiku; efek luar biasa dari membaca buku ini adalah rasa bebas kebebasan untuk mengeluarkan pikiran dan perasaan sebagaimana yang terlintas di dalam diri. Kebebasan untuk tidak menghasilkan tulisan yang bagus menurut standar apapun, untuk tidak memperbandingkan dengan tulisan orang lain, kebebasan untuk tidak memusingkan soal publikasi, atau penerimaan orang lain atas tulisan kita. Menulis itu sendiri sungguh indah.

Ketika berhadapan denga keraguan, kebuntuan, dan penolakan dalam menulis, ingatlah lagi apa yang dikatakan Goldberg. Baca buku ini, buka secara acak, biarkan pancaran semangatnya mencairkan kebuntuan dan penolakan itu. Pesan dari penerbit: Gunakanlah buku ini untuk meluruhkan seluruh keengganan kita untuk mulai menulis sekarang juga!


Related Post:

Belum ada komentar untuk "Natalie Goldberg - Alirkan Jati Dirimu"

Post a Comment