Perbedaan Dongen Jepang dan Indonesia

KUALITAS penduduk Jepang dan Indonesia amat berbeda jauh. Penduduk di negeri Sakura itu sangat disiplin dan mandiri. Sementara, di Indonsia tidak.

Banyak aspek yang memengaruhi berbedanya kualitas penduduk di dua negara ini. Termasuk dari hal yang paling dasar. Yaitu pola asuh sejak dini.

Hal itu diungkap Pakar Demografi dan Kependudukan, Prof. Prijono Tjiptoherijanto, saat menjadi pembicara di seminar bertema "Kualitas Penduduk dan Stabilitas Keamanan sebagai Modal Dasar Pembangunan" yang diselenggarakan BKKBN, di Jakarta.

Ia memaparkan, cerita-cerita dongeng yang melegenda di masing-masing negara ini, menggambarkan kualitas penduduknya. "Di Indonesia, dongeng 'Si Kancil Pencuri Ketimun' yang licik dan malas sering di ceritakan ke anak-anak. Hasilnya, banyak korupsi karena orang-orangnya tumbuh licik dan malas juga."

Lain halnya dengan di Jepang, dongeng yang sangat melegenda di sana adalah cerita tentang seekor katak yang jatuh ke lubang. Katak tersebut tidak bisa keluar karena tak ada yang menolong, kemudian dia lompat dan jatuh berkali-kali. Sampai akhirnya ia melihat batu, sehingga dia lompat ke batu tersebut, lalu melompat lagi ke luar.

"Akhirnya katak itu berhasil keluar lubang atas usahanya sendiri. Hasilnya adalah, orang-orang di Jepang tidak pantang menyerah, berusaha sendiri, dan tidak bergantung pada orang lain," terangnya.

Katak Muda dari Jepang

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Perbedaan Dongen Jepang dan Indonesia"

Post a Comment