Jangan ke pasar pagi, kalau mau ngopi

Entah angin apa yang membawaku ke tempat ini pagi-pagi. Dengan langkah sempoyongan kumasuki pasar pagi yang dipenuhi oleh ibu-ibu yang mau menyiapkan menu-menu kuliner untuk keluarganya.

Terhenti langkahku pada sekerumunan ibu-ibu yang memilih ikan, udang dan seanekaragam menu laut (bc: pasar ikan), di sana ada sebuah kursi tanpa penghuni, segera kuhampiri dan langsung kududuki dengan posisi kaki serasa di warung kopi.
Melihat ibu-ibu memilih dan berebut ikan-ikan segar, cukup membawaku ke sebuah kenangan manis, yang walaupun hanya bisa dihitung dengan jari, tapi aku bangga sudah pernah mengantar ibuku berbelanja di pasar pagi.

Entah karna sistem pencernaanku sedang error atau apa, aku terhanyut dalam lamunan,,yaa walaupun saat mengantar ibu aku hanya menunggu di warung kopi, tapi cukuplah. Tiba-tiba sang penjual ikan bertanya "Bang, mau ikan apa? pilihlah!!!". Dengan intonasi orang pasar, tentu sangat-sangat mengagetkanku. Dengan malu-malu kujawab "Ada kopi ndak bu?" (*Toweeeeewwww.. Serentak ibu-ibu yang ada di pasar ikan itu menatap wajahku dengan penuh tanda tanya yang mengepul-ngepul di atas kepalanya.

"Kalau mau ngopi di warung kopi, bang eee.. bukan di pasar ikan!!!"

"Ehhh,,maaf bu, maaf ibu-ibu. Salah masuk pasar?!" (*hahahaa

Dengan wajah yang tertunduk malu, atau emang wajahku yang malu-maluin ya? ku tinggalkan pasar pagi menuju . . .

Pesan Moral: "Jangan ke pasar pagi, kalau mau ngopi".

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Jangan ke pasar pagi, kalau mau ngopi"

Post a Comment