Surat Cinta untuk Jodohku di Masa Depan: AKU INGIN MENCINTAIMU SEPENUHNYA

Kepada: Jodohku di masa depan
Assalamu`alaikum WR. WB.

Teriring salam rindu untukmu, wahai orang yang kuharap menjadi wanita halal bagiku dan terakhir dalam hidupku. Semoga Allah selalu menjagamu, menjaga kehormatanmu dan menjaga agar cinta itu selalu hadir berlandaskan cinta kepada-Nya, amin Ya Rabbal`alamin.

Harus kuakui, semua berawal dari kedua mata saat terpandang olehku wajahmu di sana. Dengan pakaian biasa tak sedikit pun kau biarkan auratmu terbuka apatah lagi dipandang oleh sembarang mata. Dan saat itulah aku ingin mengenalmu dengan sempurna.
Seiring bergulirnya waktu, aku pun memberanikan diri untuk bertanya-tanya tentang dirimu, bertanya pada orang-orang terdekatmu, temanmu, sahabatmu dan keluarga-mu. Ya,, beginilah awal perkenalanku padamu.

Proses perkenalan berjalan sedemikian rupa, dan selanjutnya kita saling berbagi cerita, rencana dan cita-cita.

Sedari awal kuceritakan padamu bahwasanya aku adalah lelaki biasa yang belum sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan yang pastilah kupunya. Dan sebuah penjelasan darimu tentang kesempurnaan, kelebihan dan kekurangan diri membuatku begitu lega. Kau bilang “kau belum sempurna, aku pun belum sempurna pula. Dengan kelebihanmu yang akan menjadi penutup kekuranganku, dan begitu pula sebaliknya, hingga kita terlihat sempurna walau hanya bagi kita berdua. Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Sempurna-lah yang berhak menilai kesempurnaan kita.” Ya., aku ingin menghitbahmu dengan sempurna, tanpa acara pertunangan, tukar cincin, dan ceremonial lainnya. Cukuplah perkenalan diri dan keluarga sebagai tanda keyakinan-ku untuk menyempurnakan agama, dan kau sekeluarga menerima dengan suka cita.

Pada suatu ketika, kau bertanya padaku tentang poligami. Aku yang tak pernah masuk madrasah, tapi insyaAllah rutin dalam majelis ilmu dan sebuah tarbiyah menjawab dengan yakin bahwa itu adalah ketentuan Ilahi, tentu saja aku menyetujui. Lalu kau bertanya apakah aku akan melakukannya suatu saat nanti? Kujawab; apakah mungkin bila adil sebagai syarat utamanya tak mampu kumiliki. Terlihat jelas kau tersenyum di bibir dan mungkin sampai ke hati, sambil mengakui bahwa dirimu belum bisa menerima bila hal itu terjadi, ya., aku mengerti dan itu manusiawi.

Dan pada kesempatan yang lain giliranku bertanya padamu tentang tilawah, dengan sedikit malu kau bilang bisa walau tak mau dibandingkan dengan para qoriah, karena kau merasa masih belum fasih dalam mengucapkan hukum tajwid dan huruf-huruf hijaiyah. Ya., InsyaAllah kita akan belajar bersama-sama bila kelak kita telah menikah, untuk mewujudkan keinginan kita agar bisa menerangi setiap ruang rumah, begitu indah.

Berlanjut pada suatu rencana yang kita cita-citakan bersama, ingin segera menikah jika Allah mempersatukan kita sebagai jodoh pilihan-Nya. Aku ingin memberikan mahar terbaik yang kau pinta.

Memang saat ini aku belum sanggup memberikan banyak harta untuk hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan berusaha semampuku mencari harta halal untuk nanti kita gunakan bersama. Mungkin dengan simpanan yang ada, cukuplah untuk sebuah walimah, tentu saja yang sederhana, dan bukan yang wahhh meriah. Dan juga aku pun belum mampu untuk menyediakanmu sebuah rumah, karena itu ku berpikir untuk ngontrak dulu sajalah. 

Selanjutnya, hari-hari akan kita lalui bersama dalam ikatan pernikahan yang sah, kau halal bagiku dan aku halal bagimu. Kebersamaan kita yang sempurna.

Memang, aku memang kurang pandai dalam merangkai kata, namun lewat surat yang belum sempat kusampaikan, dan dengan kata yang belum sempat kuucapkan ini, aku ingin menyampaikan bahwa aku ingin mencintaimu sepenuhnya, sepenuh cinta sejati milik-Nya. Cinta sejati yang mengantar kita untuk semakin mencintai-Nya.

Ah.. adalah sebuah kelayakan, jika sesuatu yang berawal mempunyai akhir. Sebagaimana pengantar yang berbanding terbalik dengan penutup.
Akhir kata, inilah surat cinta untuk jodohku di masa depan, aku ingin bersimpuh pasrah, menemukan jawaban dari niat dan ikhtiarku selama ini, serta memohon pada Allah SWT., Yang Maha Pembolak-balik Hati. Jikalau emang ini adalah jodoh pilihan-Mu, maka mudahkanlah untukku menemukan jawabannya…

Teruntuk calon jodohku di masa depan
Terima kasih atas inspirasinya yang begitu indah
Bila tiba waktunya, kumohon agar memanggilku dengan sebutan "papa" 

Wassalam…

Surat-surat cintaOleng-kemoleng & surat-surat cinta Aleksander RajagugukSurat cintaKitab cinta [i.e. contoh] surat rupa rupa serta petuah dan pengajaran yang berbagaiI cinta pada you: Rangkaian surat-surat percintaan

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Surat Cinta untuk Jodohku di Masa Depan: AKU INGIN MENCINTAIMU SEPENUHNYA"

Post a Comment