Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya

Auudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Wash-shalaatu was-salaamu 'alaa asyrafil Mursaliin Sayyidinaa wa Nabiyyina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa Shahbihi ajma'iin

“Subhanaka, la ‘ilma lana illa ma ‘alamtana, innaka Anta’l ‘Alimu’l Hakim…” [QS 2:32] Allahu akbar… Ya ‘Alimu, ya Hakim, ‘alimna ma yanfa’una wa zidna ‘ilman!
((dan para malaikat berkata) “Mahasuci Engkau, kami tidak mengetahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau Mahatahu dan Maha Bijaksana…” Allahu akbar…wahai Yang Mahatahu, wahai Yang Maha Bijaksana, ajarilah kami sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan tingkatkanlah pengetahuan kami selalu!)

Berawal dari perbincangan ringan dengan seorang sahabat di warung makan, sembari menunggu bis yang akan segera memberangkatkannya ke sebuah perkampungan tempat sahabat ini bertugas.. entah, apakah memang dasarnya sahabat ini dulu seorang santri di sebuah pesantren? tapi tampilan kesehariannya rock `n RoLL boss.. Takjub aja dengan ucapan yang keluar dari dalam dirinya.. "inilah kehidupan bro, Jangan berjuang sendirian, libatkan Allah dalam setiap aktifitas, Aku sudah membuktikannya!" "Tentang harta, jodoh, dan doa.." "Mintalah kepada-Nya niscaya Dia yang akan mengabulkannya"

Baca juga: ALLAH Selalu Memiliki Jawaban yang Positif

Salah satu hadis qudsi yang mengandung konsep hidayat sungguh layak untuk direnungi dan dijadikan solusi dalam mengarungi kehidupan kita yang penuh gelombang cobaan dan ujian. Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman, ''Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali mereka yang Aku berikan hidayah, karena itu mintalah hidayah itu niscaya Aku akan memberikannya kepada kalian ....'' (HR Tirmidzi).

Hadis tersebut aslinya sangat panjang. Dari sepenggal kalimat yang termuat dalam hadis itu terlihat bahwa hidayah, atau yang sering kita sebut dengan petunjuk, sangat terbuka dan mudah didapatkan. Hanya, hidayah itu menjadi hak mutlak Allah SWT. Kunci untuk mendapatkannya hanya satu: memohon atau berdoa. Password untuk mendapatkannya juga satu: mengaku bahwa kita adalah hamba-Nya, dan Allah adalah Tuhan kita.

Kunci dan password yang sangat sederhana itu sering diabaikan orang. Dengan segala kesibukan dan kemalasan, kita sering lupa memasuki pintu yang selalu terbuka itu. Padahal, Allah yang senantiasa hidup dan bangun, tidak pernah lupa dan tidak pernah tidur. Tuhan yang kasih sayang-Nya kepada manusia melebihi segalanya. Tuhan yang selalu membuka Tangan-Nya untuk setiap permintaan.

Baca juga: Surat Al-Kausar dan Telaga Nabi

Dalam kehidupan sosial, manusia sering bosan melihat kegagalan sebuah permintaan. Kita lupa, kehidupan sosial yang sering membuat kita kecewa, kita bawa dalam kehidupan keagamaan kita. Padahal, sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat tetangga, kerabat, dan teman-teman kita. Sifat Allah tidak sama dengan sifat para abdi negara.

Manusia tinggal mengadu, manusia tinggal meminta. Allah akan mendengar dan mengabulkan permintaan itu. Simaklah firman Allah, ''Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya.'' (QS Al Mukmin:60). Allah dekat dengan kita jika kita terus mendekatinya. ''Dan jika hamba-Ku meminta kepada-Ku, ketahuilah bahwa Aku dekat, Aku niscaya akan mengabulkan permintaan orang-orang yang meminta jika mereka benar-benar meminta.'' (QS Al Baqaroh:186).

Masalah yang sering kita hadapi adalah, kita jarang mendekat kepada Allah dan jarang meminta kepada Allah. Kita terlalu percaya kepada yang lain, terlalu mengandalkan logika, dan terlalu memperhitungkan aspek matematika. Hal itu menjadikan kita lupa memperhitungkan Allah. Jika sikap kita terhadap Allah pada masa-masa kemarin seperti itu, maka mulailah melakukan perubahan. Tidak ada kata terlambat, Allah masih menunggu kedatangan kita.

Bagaimana kalau pikiran kita sudah dipenuhi oleh otak kotor? Pikiran-pikiran bangsat, yang siap menarik ke jalan sesat?
Sekali lagi seorang sahabat dengan penuh keyakinan memberikan nasehat dengan bahasa rock `n RolL-nya "Jangan larut bro, jangan biarkan setan menguasai dirimu! ..Teruslah berdoa!"
"tapi aku malu,, apakah masih layak aku berdoa? lagian mau berdoa apa? fokusku kini sudah buyar, gak jelas tujuanku kemana??"
"Di sinilah menunjukkan bahwa kita emang lemah, kita bukanlah siapa2 dihadapan-Nya.. Kamu tidak meminta, berarti kamu sombong, angkuh bro.. Allah sudah berjanji bro, "Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya." Apalagi yang mau kau ingkari? Ingat! kita punya Allah bro!"

Sikap Allah ini bisa dibaca dalam sebuah hadis qudsi yang sahih. ''Siapakah yang ingin berdoa kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan untuknya. Siapakah yang ingin bermohon kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan permintaannya. Siapakah yang akan memohon ampunan-Ku, niscaya akan Kuampuni.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Kita sering mendengar ungkapan bahwa untuk kembali kepada Allah itu memerlukan hidayah. Ketahuilah bahwa hidayah itu ada di tangan Allah, terbuka dan akan diberikan kepada siapa saja, asal orang itu mengakui-Nya sebagai Tuhan dan meminta petunjuk itu.

Baca juga: Ketika Tuhan Memilihmu untuk Menuliskannya

Kita membuat hidup yang sementara ini sebagai target, kita minta agar bisa meraih sesuatu dan menembak tanpa mencapai target itu. Sementara kita semakin tua, sebelum kita mendapatkan apa yang kita inginkan dari Allah SWT; baik itu menaranya Namrud, seratus rumah, toko, bisnis, atau perusahaan… Akhirnya di akhir hayat kita, apa yang kita tembak akan lenyap, lalu kita berlari untuk mencari apa yang kita tembak itu… mencari-cari tetapi kita tidak menemukan apa-apa… “Oh, tembakanku terlalu dahsyat sehingga targetnya hancur… tidak ada tanda-tanda keberadaannya!”

Oleh sebab itu penting sekali agar setiap orang meminta sesuatu yang berharga dari Allah SWT, karena Dia akan memberikannya kepada kita. kita harus membuat-Nya senang, dan bila Dia senang kepada kita, Dia akan berkata, “Wahai hamba-Ku, segalanya untukmu.”

Mengapa kita tidak mencoba untuk membuat Allah SWT senang kepada kita? Cobalah untuk membuat-Nya senang, Dia akan membuat kita bahagia. Dalam segala hal, kita harus merasa senang.

Related Post:

3 Tanggapan untuk "Mintalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya"

  1. Behbeh jaaaaan Gusti Allah itu ogoankah? Allah itu Maha Besar Allah itu Maha Kuasa. Alah itu segalagalaNya adakah sesuatu yang kuperbuat akan membuat Allah Senang? Siapa aku sehingga dapat menyenangkan Nya?

    Jika aku berbuat baik atau aku melakukan segala sesuatu atas dasar kebaikan, itu baru sebahagian dari kewajiban. Jika aku membuat sesama manusia senang jika aku berbuat sesuatu untuk sesama, itu baru sebahagian dari iman. Jika aku mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri, itu baru sebahagian dari perintahNya.

    Tuhan sudah menciptakan kita alam dengan segala isinya dan terprogram secara pasti. sebab akibat.

    Kita tinggal menempuh liku liku program itu dan terjadilah if then if endif and nand or nand nor dlsb

    ReplyDelete
  2. Behbeh jaaaaan Gusti Allah itu ogoankah? Allah itu Maha Besar Allah itu Maha Kuasa. Allah itu segalagalaNya adakah sesuatu yang kuperbuat akan membuat Allah Senang? Siapa aku sehingga dapat menyenangkan Nya?

    Jika aku berbuat baik atau aku melakukan segala sesuatu atas dasar kebaikan, itu baru sebahagian dari kewajiban. Jika aku membuat sesama manusia senang jika aku berbuat sesuatu untuk sesama, itu baru sebahagian dari iman. Jika aku mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri, itu baru sebahagian dari perintahNya.

    Tuhan sudah menciptakan kita alam dengan segala isinya dan terprogram secara pasti. sebab akibat.

    Kita tinggal menempuh liku liku program itu dan terjadilah if then if endif and nand or nand nor dlsb

    ReplyDelete
  3. Behbeh jaaaaan Gusti Allah itu ogoankah? Allah itu Maha Besar Allah itu Maha Kuasa. Allah itu segalagalaNya adakah sesuatu yang kuperbuat akan membuat Allah Senang? Siapa aku sehingga dapat menyenangkan Nya?

    Jika aku berbuat baik atau aku melakukan segala sesuatu atas dasar kebaikan, itu baru sebahagian dari kewajiban. Jika aku membuat sesama manusia senang jika aku berbuat sesuatu untuk sesama, itu baru sebahagian dari iman. Jika aku mengasihi sesama seperti aku mengasihi diriku sendiri, itu baru sebahagian dari perintahNya.

    Tuhan sudah menciptakan kita alam dengan segala isinya dan terprogram secara pasti. sebab akibat.

    Kita tinggal menempuh liku liku program itu dan terjadilah if then if endif and nand or nand nor dlsb

    ReplyDelete