Aku, bulan dan gerhana "Jangan kau pergi, saat hatimu masih di sini"

Malam ini angin enggan bercerita apalagi singgah dan bercengkrama. Tak sedikitpun ia melintas atau sekedar bersenandung lirih menyapa setiap jengkal gerah bumi lewat hembus dinginnya malam seperti biasa.

Langit yang seyogyanya dihiasi biru terang yang ceria, kini seperti tak mau lagi bersahabat denganku. Apa ia bisa membaca suasana hati? ataukah ia ingin memberi tahu bahwa ia juga ikut merasakan apa yang aku rasakan?

Kemarin Moona menangis, serta melepas pelukanku dan berlari menjauh. Aku tidak tahu apa yang ia rasakan hari itu. padahal sesaat lalu ku lihat senyum dan ceria masih menghiasi wajah mungilnya.

Aku memandang jauh kepergiannya. tanpa sanggup aku menahan, tanpa bisa aku meraih dan tanpa mampu aku mengatakan jangan! "Jangan kau pergi, saat hatimu masih di sini"

Aku, bulan dan gerhana.

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Aku, bulan dan gerhana "Jangan kau pergi, saat hatimu masih di sini""

Post a Comment