Angin

Saat diri menjelma menjadi angin
Mungkinkah diri ini tidak akan pernah tahu,
Bagaimana rasanya singgah..?
Bagaimana rasa ketika hati tergugah..?

Pengembaraan panjang dengan pengembalian diri pada alam
Hilangkan Jenuh hari-hari, selalu muncul sejarah baru
Begitu riang, besenandung lirih menyapa setiap jengkal gerah bumi

Dalam langkah yang tersandung waktu
Terus meronta tuk tetap berhembus.
Bersemilir diantara kabut selembut kapas.
Berkelebat, lalu lewat.

Hanya begitu.. wuuuzzzz!!!
Seberapa besar kesejukan yang ditawarkan.
Atau seberapa kering udara yang ditinggal.
Aku tak akan pernah peduli.
Yang ku tahu hanya hilir mudik.
Tanpa bermaksud untuk membidik.
Apalagi menghardik!!!
..dan karyaMu tetap yang terbaik..

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Angin"

Post a Comment