Posts

Cara menulis esai narasi yang baik

Image
Menulis sebuah esai narasi adalah bakat penting untuk penelitian lapangan. Daripada menuangkan segalanya untuk pembaca, sajikan pengalaman Anda dan biarkan mereka menarik kesimpulan sendiri. Esai narasi membentuk poin dengan menuntun pembaca secara perlahan, bukan menyuguhkan esai retoris. Berikut ini cara menulis esai narasi yang baik. 1.  Kejelasan. Kata-kata yang kompleks dan sintaksis adalah hambatan untuk menghasilkan kejelasan dan ini harus dihindari. Gagasan harus secara jelas terdistribusikan baik melalui kalimat dan paragraf. Contoh: Walaupun saya tidak pernah balapan sebelumnya, saya sangat bersemangat untuk melihat mereka, namun juga agak gugup, karena tipe orang yang pergi ke sana. Improvisasi: Saya belum pernah ke pacuan kuda. Saya sangat bersemangat untuk pergi ke sana, tapi juga agak sedikit gugup, karena saya tidak yakin dengan orang-orang yang berada di pacuan tersebut.

Keren!!! “inilah saya” dan “inilah karya saya” Kelirunya Kaum Akademisi oleh Hudan Hidayat

Image
Di penghujung tahun lalu, seakan gemas menyimak arah politik dan polemik sastra yang mengeras, seorang penyair dalam esainya meminta agar kembali kepada teks. Kembali kepada teks, artinya bukanlah menunjukkan ke depan publik “inilah saya”, seperti anggapan orang dengan polemik brutal Saut-Wowok dan Goenawan-TUK. Tetapi “inilah karya saya,” seperti yang terlihat dalam tanggapan balik terhadap Taufiq Ismail cs dalam “polemik sastra pornografi”. Harapan penyair ini, sepintas mengandung kebenaran yang tegas. Tapi kalau kita simak lebih jauh, “inilah saya,” dan “inilah karya saya”, adalah sesuatu yang berimpit dan niscaya. Karena, “saya” berada di dalam “karya saya”. Dan saya yang sedang melakukan politik sastra atau politik tekstual sastra, bisa terjadi, atau tak bisa dilepaskan, dari “inilah karya saya”. Atau “inilah karya saya” bisa terjadi, atau tak bisa dipisahkan, dari “inilah saya”. Kenyataan seperti itu, dimaknai Fadlillah Malin Sutan Kayo sebagai “pengarang atau kritikus yang ...

Syair Iklan Abad Ke-19: Awal Sastra Melayu-Tionghoa

Image
Ting Sam Sien, pedagang buku di Semarang, barangkali tak pernah menyangka bahwa syair gubahannya berisi harta karun pendahulu kesusastraan modern di Indonesia. Banjak lah tabe hormat besrenta, Pada pembatja sekalian rata, Dari hal segala boekoe tjerita, Njang ada terdjoewal di toko kita. Ting Sam Sien, seorang pedagang buku di Semarang, mewartakan dagangannya dengan syair berbahasa Melayu pasar pada 1886. Ketika itu dia menjual sebanyak 41 roman terjemahan dari Tiongkok di tokonya, yang tampaknya sangat disuka oleh warga Tionghoa di Hindia Belanda. Judul syair pariwaranya, “Sair dari adanja Boekoe Tjerita Tjina njang soeda disalin bahasa Melajoe”. Semuanya dikemas dan dipariwarakan lewat syair 36 bait. Syair merupakan puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri atas empat larik atau baris dengan akhiran bunyi yang sama. Jadi bisa dibayangkan, Ting Sam memariwarakan dagangannya dalam 144 baris! Syair gubahan Ting Sam berisikan judul buku, harga yang tak bisa ditawar lagi, isi cer...

Terjemahan Lirik Lagu "Soldier's Poem - Muse" di Hari Pahlawan Nasional Indonesia

Image
Hari Pahlawan atau Hari Pahlawan Nasional dapat merujuk pada sejumlah peringatan hari pahlawan nasional di berbagai negara. Hari Pahlawan sering diselenggarakan pada hari kelahiran pahlawan nasional maupun peringatan peristiwa yang mengantarkan mereka jadi pahlawan. Di Indonesia Hari pahlawan diselenggarakan setiap tanggal 10 November untuk memperingati Pertempuran Surabaya antara milisi nasionalis Indonesia dan Sekutu, yang merupakan konflik bersenjata skala besar pertama antara Indonesia dan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Untuk memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2015, sastra-sekura hanya bisa menerjemahkan Lirik Lagu "Soldier's Poem oleh Muse". Bagaimana terjemahannya dalam bahasa Indonesia?

Karangan Narasi

Image
Karangan narasi (berasal dari kata naration berarti bercerita) adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, dan merangkaikan tindak tanduk perbuatan  manusia  dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau berlangsung dalam suatu kesatuan waktu (Finoza, 2004:202). Narasi bertujuan menyampaikan gagasan dalam urutan waktu dengan maksud menghadirkan di depan mata angan-angan pembaca serentetan peristiwa yang biasanya memuncak pada kejadian utama (Widyamartaya, 1992:9-10). Menurut Semi (2003:29), narasi merupakan betuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia dari waktu ke waktu. Selajutnya, Keraf (1987:136) mengatakan karangan narasi merupakan suatu bentuk karangan yang sasaran utamanya adalah tindak tanduk yang dijalin dan dirangkai menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Atau dapat juga dirumuskan dengan cara lain; narasi adalah suatu bentuk karangan yang ...

Hidup itu seperti secangkir kopi

Image
Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Mereka semua telah menggapai kesuksesan, kedudukan yg tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial. Mereka berbincang, hingga masing-masing mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yg begitu padat, tugas yg menumpuk dan banyak beban lainnya yg seringkali membuat mereka stress. Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh,namun ada juga cangkir plastik murahan. Sang dosen berkata, “Silakan kalian tuang kopinya sendiri2" Setelah setiap mahasiswa menuang dan memegang cangkirnya masing-masing, sang dosen berkata, “Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih??... Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa......

Ragam Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian

Image
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa. Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok ...