Cara menulis esai narasi yang baik
Menulis sebuah esai narasi adalah bakat penting untuk penelitian lapangan. Daripada menuangkan segalanya untuk pembaca, sajikan pengalaman Anda dan biarkan mereka menarik kesimpulan sendiri. Esai narasi membentuk poin dengan menuntun pembaca secara perlahan, bukan menyuguhkan esai retoris. Berikut ini cara menulis esai narasi yang baik. 1. Kejelasan. Kata-kata yang kompleks dan sintaksis adalah hambatan untuk menghasilkan kejelasan dan ini harus dihindari. Gagasan harus secara jelas terdistribusikan baik melalui kalimat dan paragraf. Contoh: Walaupun saya tidak pernah balapan sebelumnya, saya sangat bersemangat untuk melihat mereka, namun juga agak gugup, karena tipe orang yang pergi ke sana. Improvisasi: Saya belum pernah ke pacuan kuda. Saya sangat bersemangat untuk pergi ke sana, tapi juga agak sedikit gugup, karena saya tidak yakin dengan orang-orang yang berada di pacuan tersebut.