Pagi yang cerah, semoga secerah hatiku, hatimu dan hati-hati di jalan..

Hari minggu tanpa kegiatan itu hampaaaa rasanya. Kalau biasanya bangun => mandi => berangkat. Realitanya bangun => sholat => tidur lagi => bangun laginya telat => langsung berangkat (*gak pake mandi). Jadi hari ini  baru terbangun jam 5 => sholat => mau tidur lagi tapi gak bisa. Jari-jari udah pada sibuk ngotak ngatik keypad berbalas pesan singkat ama teman baikku saat ini dan semoga jadi teman baikku untuk selamanya, Aamiin.

Saking sibuknya, subuh-subuh perut udah kruyuk-kruyuk minta jatah. Dengan semangat '45 kuambil kunci, ke garasi,, brum bruum berangkat cari nasi..

ku telusuri dari ujung serdam (*yang kebetulan pada saat cerita ini ditulis domisiliku adalah di ujung jalan sei raya dalam- dalam sekali -tempat jin betendang) tidak kutemukan sepintu toko pun yang terbuka, hingga ku lewati pasar pagi serdam yang beberapa minggu lalu membuat mukaku tersipu malu. Dalam hati kutegaskan aku tidak akan berhenti lagi sampai di pasar pagi ini..

Yaa,,ketegasanku tepat. Tidak jauh dari pasar pagi itu kujumpai sebillah warung yang menjual beraneka menu sarapan. dan kupilihlah nasi uduk sambal ikan teri dan terasi mungkin, karena aromanya menggoda sekali.. asyiiikkk,, bungkus 1 maaanggg..

Seketika makhluk dalam perut serentak bersorak kegirangan, yang kira-kira kalau diterjemahkan ke dalam bahasa manusia adalah "ayooo mariii kitaa pulaaangg.."

Pada saat melaju pulang, paaassss di depan komplek rumahku. tiba-tiba mata sipitku memandang ke sebuah toko lelong yang baru buka.. brum bruummm pssssstttt (*bc: rem mendadak!) Seketika itu juga cerita nasi uduk sambal ikan teri dan terasi berhenti mendadak.. Nyari jaket lelong dulu aahhh..

#%^@#*()@$_*-)@&^^%#@( ==> "Hanya ada jaket lelong buat wanita." yaaaaghhh...

Sekembalinya dari toko lelong tersebut,, nasi uduk yang tadinya terbungkus rapi dan tergantung di stank motorku tiba-tiba hilang! brrrr..

Langsung olah TKP; memperhatikan situasi sekitar tempat motorku diparkir, hanya ada seorang anak kecil yang belum bisa bicara, secara bergantian antara menatap heran wajahku dan seekor kucing yang mengacak-acak bungkusan.. Bungkusan itu punyaku!!!!!

Pesan moral: "Cerita tanpa pesan moral ini dipersembahkan buat saudara saudari yang ada sarapan lebih, bolehlah dikirim ke rumah niii. Lapar euy belum sarapan"

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Pagi yang cerah, semoga secerah hatiku, hatimu dan hati-hati di jalan.."

Post a Comment