Bangun siang rejeki tetap datang, Benarkah?

Entah harus mulai dari mana, tiba-tiba aja aku suka dengan sesuatu yang empuk-empuk; bantal. Apalagi kalau liburan kayak hari ini, pengen nidurin terus, meluk-meluk ampe sore, ampe lupa mandi, dan tentu saja ampe kucing rumah bawa ikan goreng tetangga ke depan mataku..

Pengen banget mentahkan pepatah orang jaman dulu, “kalau bangun siang rezeki bisa dipatok ayam”. hmm.. cerita minggu lalu, ayam belum berkokok dan aku udah bangun aja sarapanku bisa diembat kucing.. Apakah mungkin minggu ini, aku bangun siang lalu kucing rumah bawa ikan goreng tetangga ke depan mataku??? atau mungkin ayam tetangga masuk rumah, disekap, idupin musik keras (kalau bisa lantunkan musik yang ada efek-efek suara ayam kayak lagu jamrud gitu), baru lakukan eksekusi pemotongan 3 saluran yang ada di leher ayam :-)

Waaahhh,, kayaknya ide-ide seperti ini hanya muncul diimajinasi orang-orang yang bangun siang ya? Makanya, Jangan bangun siang!!! menurut temanku yang gak mau d
isebutkan namanya, bangun pagi itu bisa memberi kesempatan kepada tubuh untuk menghirup udara segar dengan tingkat polusi rendah. Kualitas oksigen yang baik di pagi hari akan memaksimalkan fungsi kerja otak, ingat!!! MEMAKSIMALKAN FUNGSI KERJA OTAK!!! ,,mencegah kerusakan paru-paru, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, bangun pagi juga memberi kesempatan bagi tubuh untuk menerima paparan sinar matahari yang penting untuk tulang. Berjemur dibawah paparan sinar mentari pagi sebelum jam 09.00 dianggap baik guna memenuhi kecukupan kalsium dan vitamin D.

hmmm.. sekarang jam berapa ya???
(*status ngarul ngidul saat menunggu kedatangan seseorang dari luar kote
Jika oleh-olehnya langsung numpuk di depan mataku, maka pepatah baru segera dipatenkan "bangun siang rejeki tetap datang."

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Bangun siang rejeki tetap datang, Benarkah?"

Post a Comment