Bila cinta menguatkan kita

Seperti air mengalir, cinta pun mengalir menuju muaranya: keikhlasan. Begitulah best quote dalam sebuah cerita tentang rasa (*Hati Memilih).

Kita tak mampu memilih cinta mana yang hadir dalam cerita perjalanan kita. Kita yang Dia kirim, kita pun tak bisa memilah hanya cinta dan tawa—tanpa masa lalu, tanpa air mata, dan tanpa luka.

Katanya, cinta tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi lemah. Tak peduli siapa yang lebih mencintai, jika cinta itu mampu menguatkan dan mendorong kita untuk ikhlas menghadapi apa pun, itulah cinta yang harus kita pilih.

Biarkanlah, biarkan hati yang memilih—hatimu, hatiku.

Hidup berkeluarga membutuhkan sikap mental yang benar, baik, dan juga kuat. Tentu, karena masalah yang akan dihadapi lebih banyak dan beragam. Itu membutuhkan perhatian dan keseriusan dalam menanganinya.

Sabtu kemarin tepatnya tanggal 15 juni 2013, salah satu teman terbaik telah menyempurnakan separuh dien-nya. Selamat buat bang Adi Rahmadi dan Riza Fitrianti, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Tergerak dari kisah perjalanan cinta mereka, apa yang sudah diusahakan dan apa yang sudah disampaikan, ingin rasanya mengutip kata, kalimat, paragrap, dan bahasa yang bisa menguatkan kita dalam berhubungan berkeluarga dan berumah tangga.

Ya, berkeluarga itu butuh keterampilan. Karena makin lama usia pernikahan, makin banyak masalah yang dihadapi. Begitulah, Ibarat berlayar, kita sudah semakin jauh dari pantai. Angin di tengah lautan bisa tiba-tiba saja berubah. Tadinya tenang, bisa mendadak ribut dan bahkan menggoncangkan bahtera kita. Cuaca ketika masih di pantai terasa sejuk, kini di tengah lautan bukan mustahil tiba-tiba mendung dan turun hujan lebat. Pada saat seperti ini, kita bisa saling menguatkan tekad, menularkan semangat dan saling mendukung untuk mengamankan bahtera agar tidak goyah, apalagi tenggelam.

Berkeluarga itu harus bisa saling menguatkan. Jangan panik menghadapi masalah. Setiap masalah bisa dibicarakan dari hati ke hati dengan pikiran yang jernih dan tenang. Kebiasaan berkomunikasi dengan baik dengan pasangan, bisa membuahkan jalan alternatif untuk memutuskan suatu masalah. Keterbukaan untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan kita bisa membantu untuk saling mendukung dan menguatkan. Kita nggak bisa jalan sendiri. Itu sebabnya, dukungan dan perhatian untuk saling menguatkan diantara kita menjadi sebuah keniscayaan.

Tak usah ragu dan tak usah bimbang untuk berterus-terang. Jika ada masalah yang berat, jangan dipendam sendiri. Obrolkan dengan pasangan. Supaya bisa dipikirkan bersama, agar bisa saling menguatkan rasa.

Percayalah bila cinta yang menguatkan kita.

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Bila cinta menguatkan kita"

Post a Comment