Melankoli Kopi

: Emak

cintanya telah mendidih.
begitu matang –terlihat dari gelembung berbagai rindunya sudah pecah karena waktu yang dulu disulut telah memanas, mengirim buncah.
begitu sayang.
pada secangkir dimana segala miliknya diracik dan ditakar, cintanya dituangkan.
diletakkan itu di pojok meja yang sebagian hidupnya rela menguap di sana.
siapa yang mampu menahan, pun aku mau berebut demi sehirup kehidupan.

tak peduli sebentuk apa, hanya oleh cinta yang mendidih hidup laek dihirup dan dinikmati.
ia memasaki itu jauh sebelum kamu mengerti mimpi.

bila memang benar ada warna, ia memilih hitam.
seperti kopi yang ia suguhkan.
yang mana seluruh warnamu bisa tertelan dan tak kelihatan.
 atau dimana cintanya tak mampu kau temukan;
pekat diraba dan engkau akan tersesat, namun amat dekat dirasa dan sangat lekat di tenggorokan.

seduh dengan doa, sebagaimana tulus ia menyajikan cinta.

#Naim Ali

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Melankoli Kopi"

Post a Comment