Tuhan, izinkan aku jadi penjahat

Cobalah mulut tuh dijaga!
Sok baik! Sok sayang! Ternyata dibelakang . . . . . . .
Ternyata dibelakang tetap aja jadi penjahat!
Lanjutkan saja petualangan mu.. lanjutkan.. kemudian sebarkan..
Waktu semakin sempit, semakin dekat.. dan hubungan ini kian nyata. Akan hancur begitu saja. Tak ada lagi harapan! Mati. Bullshit

Tuhan!!! Mulut ini tlah bicara apa? Hingga kebaikan, rasa sayang adalah merupakan sok-sok-an belaka?
Tuhan!!! Akhlak ini seperti apa? Hingga mudahnya vonis ini mengantarku sebagai penjahat? Sekali penjahat tetap aja jadi penjahat!!!
Tuhan!!! Apakah hanya orang-orang baik yang boleh berbuat baik? Tak bolehkah seorang penjahat miliki rasa sayang? Tak bolehkah???

Tuhan!!! Petualangan apa ini? Hubungan apa ini? Dengan waktu yang semakin sempit, semakin dekat dan kian nyata? Akan hancur begitu saja???
Tuhan!!! Apa yang terjadi dibelakang? Apa yang telah disebarkan? Hingga tak ada lagi harapan??? Mati.. Mati.. Mati.. dan Bullshit!!!
Tuhan!!! Jika ini memang kehendak-Mu.. maka, izinkan aku jadi penjahat!!!

Related Post:

Belum ada komentar untuk "Tuhan, izinkan aku jadi penjahat"

Post a Comment